Kamis, 05 Maret 2015

TOEFL

TOEFL adalah singkatan dari Test Of English as a Foreign Languange (tes bahasa inggris sebagai bahasa asing),yang  diorganisir oleh sebuah lembaga di Amerika Serikat yang yang bernama ETS (Educationnal  Testing  Service ).Seiring perkembangan zaman, bahkan negara-negara yang bahasa aslinya bukan bahasa inggris ,Korea,Malaysia,Indonesia,Jepang,Cina,dll mensyaratkan TOEFL Score tertentu bagi calon mahasiswanya,baik yang datang dalam negeri, apalagi jika berasal dari luar negeri.Di Indonesia TOEFL bahkan digunakan juga untuk :
·        Persyaratan bagi penerimaan karyawan baru di intansi pemerintah,perusahaan pemerintah dan swasta.
·         Syarat penerimaan baru untuk jenjang S2 dan S3.
·         Syarat pengajuan beasiswa,baik dari pemerintah maupun swasta.
PERKEMBANGAN TOEFL
TOEFL sendiri sudah beberapa kali mengalami penyempurnaan oleh lembaga penyelenggaranya, ETS. Bentuk-bentuk TOEFL Test yang pernah diperkenalkan ke publik yaitu :
  1. TOEFL Paper Based Test (PBT)
    Terdiri atas 3 section : Listening, Structure, and Reading
    Maximum Score : 677
  2. TOEFL Computer Based Test (CBT)
    Terdiri dari 4 Section : Listening, Structure, Reading, Writing
    Maximum Score : 300. Sekarang CBT sudah digantikan IBT.
  3. TOEFL Internet Based Test (IBT)
    Terdiri dari 4 section : Listening, Reading, Writing, Speaking.
    Maximum score : 120.
Meskipun resminya, sejak TOEFL Internet Based Test diperkenalkan di seluruh dunia, maka jenis sebelumnya tidak berlaku lagi, tetapi kenyataannya sampai saat ini, TOEFL Paper Based Test masih digunakan secara luas di berbagai lembaga pendidikan tinggi maupun untuk rekrutmen karyawan di Indonesia, atau di negara-negara yang bukan berbahasa Inggris.
English Learners, Saat ini di Indonesia, kita bisa mengikuti 2 macam TOEFL Test :
Ø  Paper Based Test (PBT)
Ø  Internet Based Test (IBT)
Keduanya merupakan Test Resmi yang dikordinir oleh Educational Testing Service (ETS) di USA sebagai pendiri dan pemegang merek TOEFL. Apa perbedaan diantara keduanya?
 Paper Based Test (PBT) :
Ada 3 section dalam PBT :
1. Listening Comprehension (50 soal)
2. Structure & Written Expression (40 soal)
3. Vocabulary and Reading Comprehension. (50 soal)
Model PBT adalah model test yang pertama sekali diperkenalkan oleh ETS, dan tetap diadakan sampai sekarang. Skor maksimum yang dapat anda capai pada test ini adalah 677. Jika anda ingin melamar kerja (CPNS atau di perusahaan swasta), biasanya skor yang dipersyaratkan adalah minimum 450. Skor ini bisa anda capai jika jumlah jawaban betul yang anda peroleh dari hasil test sbb :
- Listening Comprehension : Jawaban Betul 23 soal (dari total 50 soal)
- Structure & Written Expression : Jawaban betul 22 soal (dari total 40 soal)
- Vocabulary & Reading Comprehension : Jawaban betul 26 soal (dari total 50 soal)
Jika jawaban betul yang anda peroleh lebih besar, tentu TOEFL Score anda juga lebih besar. Dari segi legalitasnya / pengakuannya, PBT bisa dibagi atas 2 jenis :
1.TOEFL Prediction Test
Yaitu PBT yang diselenggarakan lembaga kursus (seperti TOEFLINDONESIA.COM). Sertifikat yang dikeluarkan adalah TOEFL Prediction Certificate. Sertifikat ini memperoleh izin dari Dinas Pendidikan, tapi tidak diakreditasi oleh ETS. Jadi, pemakaiannya terbatas untuk keperluan di dalam negeri, seperti untuk syarat penerimaan CPNS atau melamar kerja di Perusahaan Swasta. Bisa juga digunakan untuk syarat masuk atau kelulusan di perguruan tinggi, kecuali jika Perguruan Tinggi tersebut mensyaratkan ITP TOEFL. Tetapi kebanyakan Perguruan Tinggi masih menerima sertifikat TOEFL Prediction.
2. TOEFL ITP
ITP adalah singkatan dari Institutional Testing Program. Ini adalah jenis PBT yang dikelola langsung oleh ETS. Jadi jika anda ingin memperoleh beasiswa, apalagi beasiswa Luar Negeri, melanjutkan studi S2/S3 ke luar negeri, atau keperluan lain yang mensyaratkan TOEFL ITP, maka anda harus mengambil jenis test ini.
Internet Based Test (IBT).
Ini adalah jenis test terbaru yang diadakan oleh ETS, dan juga telah diterapkan di seluruh dunia. Ada 4 section pada IBT Test :
- Listening
- Reading
- Writing
- Speaking.
Maximum score adalah 120. Secara umum, IBT Test lebih sulit dibanding PBT karena adanya speaking section. Anda akan diberi beberapa pertanyaan. Untuk tiap pertanyaan, anda diberi waktu 30-45 detik untuk merancang jawaban anda, lalu menjawabnya dalam 1-1,5 menit. Jawaban anda akan direkam oleh komputer untuk dinilai. Bagi anda yang tidak terbiasa menjawab cepat, bisa jadi pada saat seharusnya memberikan jawaban, anda masih diam memikirkan jawaban terbaik..sehingga jawaban anda kosong. Penilaian jawaban tidak hanya berdasarkan grammar yang anda gunakan, tapi juga kedalaman jawaban anda. Jawaban yang sederhana tentu akan memperoleh skor rendah. Untuk section lainnya, seperti Listening section, juga banyak berbeda.
Jadi manakah yang sebaiknya anda ambil, PBT atau IBT? Untuk PBT, pilih TOEFL Prediction Test atau ITP Test? Semuanya terpulang pada keperluan anda. Jika anda hanya akan melamar kerja, tidak perlu repot repot mengambil ITP Test karena penyelenggaraannya yang hanya 2x sebulan, sedangkan lamaran kerja biasanya ditutup dalam 1 minggu. Jadi anda cukup mengambil TOEFL Prediction Test. Biaya jauh lebih murah, dan di toeflindonesia.com kami mengadakannya setiap hari. Tapi jika memang disyaratkan ITP TOEFL, berarti anda harus mengambilnya.
Jika anda ingin melanjutkan studi ke Luar Negeri, baca secara cermat persyaratannya, apakah bisa memakai ITP Test atau harus IBT test. Jika Perguruan Tinggi yang anda tuju menerima ITP atau IBT, saran saya sebaiknya anda mengambil ITP Test, karena lebih mudah. Tapi akhirnya semua terpulang kepada anda untuk memilih yang terbaik.
NAMA   : MUHAJIRIN
NPM       :24212761
KELAS   :3EB09




Tidak ada komentar:

Posting Komentar